Bunga Kamboja berasal dari Amerika Tengah dan banyak tumbuh di Meksiko dan Venezuela. Bunga ini lebih dikenal dengan nama Plumeria, yang diambil dari nama seorang ahli tanaman yang berasal dari Perancis dan terkenal pada abad ke-17, yaitu Charles Plumier. Sebelum terkenal dengan nama Plumeria, bunga Kamboja dikenal dengan nama Frangipani. Nama ini adalah nama seorang berkebangsaan Itali yang menemukan dan membuat minyak wangi dari bunga Kamboja di abad ke-16. Jenis kamboja yang sedang bertengger di puncak kepopuleran saat ini adalah Kamboja Jepang atau adenium. Varietas ini pertama kali ditemukan di Aden, Yaman, tapi ironisnya, sekarang nyaris tak ada lagi adenium di sana. Sebaliknya, ia dengan mudah bisa kita temukan di negara-negara pengembang Adenium seperti Jepang, Thailand, dan Taiwan.
Selain berguna untuk tanaman hias, ternyata kamboja juga memiliki beberapa khasiat. Batangnya mengandung getah putih yang mengandung damar, kautscuk, senyawa sejenis karet, senyawa triterpenoid amytin dan lupeol. Tetapi, hati-hati, kulit batang kamboja mengandung senyawa plumeirid, yakni senyawa glikosida yang bersifat racun. Karena bersifat racun dan bisa mematikan kuman, getah kamboja dengan dosis yang tepat berguna sebagai obat sakit gigi atau obat luka, sedangkan kulit batangnya sangat efektif untuk menumpas rasa sakit karena bengkak dan dan pecah-pecah pada telapak kaki.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar